Selasa, 05 Februari 2013

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI




 
PENGARUH KEGIATAN KEPRAMUKAN TERHADAP DISIPLIN BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH  DARUL  AMAL BABELAN KABUPATEN BEKASI

(Studi Korelasi di Madrasah aliyah darul amal)
Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi


SKRIPSI
Disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan


download (5)
 
















Disusun oleh :

NAMA : LUKMAN NURHAKIM
NPM : 116110289
Program Studi PPKn












SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) ARRAHMANIYAH DEPOK
2013



 
 




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Kebehasilan pembangunan nasional ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Manusialah yang mengerakan roda pembangunan, baik yang mengambil keputusan, penentu kebijaksanaan, pemikiran dan perencanaan, pelaksana terdepan, dan para pelaku fungsi kontrol atau pengawasan pembangunan.
Mengingat sumber daya manusia merupakan penentu utama bagi keberhasilan pembangunan, maka kualitasnya harus di tingkatkan  secara menyeluruh  dan terus menerus sesuai dengan kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi  serta derap  perkembangan pembangunan nasional.
 Dalam hal itu pemerintah menetapkan program  peningkatan kualitas sumber daya  manusia sebagai  sala satu unsur arah pembangunan  jangka panjang dan sala satu  priolitas pembangunan. Upaya yang paling strategis  bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan
Pendidikan nasional diselengarakan dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kehidupan dan martabat manusia Indonesia guna mewujudkan tujuan pembangunan nasional.pendidikan nasional dilaksanakan sebagai dasar pembentukan watak dan kpribadian manusia Indonesia.
1
 
Sifat hakikat manusia dan segenap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak dapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dari dunia manusia.
2
 
Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menentukan kualitas hasil pencapaian tujuan pendidikan.

Pada era globalisasi di indonesia pendidikan sangatlah diutamakan dalam pembangunan bangsa. Sehingga pendidikan memiliki peran yang penting untuk menunjang  sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat menumbuhkan rasa membangun diri sendiri serta bertanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara Indonesia.
Hubungan psikologis atau interaksi pun harus berperan sebagai penunjang kegiatan pendidikan dalam menempatkan tujuan atau keinginan yang akan dicapai, baik tujuan yang dirumuskan bersifat abstrak maupun konkrit dengan variabel-variabel atau rumusan-rumusan yang dibentuk dengan metodologi interaksi khusus untuk memudahkannya.
Dalam hubungan psikologis antara perhatian pendidikan sekolah maupun diluar sekolah (ekstrakulekurer) dalam disiplin belajar terhadap unsur tingkah laku yang mempengaruhinya, tingkah laku tersebut dibedakan menjadi dua macam, yaitu : tingkah laku yang eksplisit atau terbuka dan tingkah laku yang implisit atau tertutup. Tingkah laku diatas menjadi faktor psikis manusia lingkungan kepada pendidikan, seperti : membaca, menulis, berjalan dan sebagainya. Faktor ini juga menentukan untuk membentuk suatu pendidikan berkualitas menjadi penunjang kehidupan manusia.
Rangsangan-rangsangan tersebut ternyata adalah merupakan pendidikan sangat positif. Terkait dengan faktor tersebut, yang menunjang pemerintah membuat peraturan yang mendasar dari Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 yang menyatakan bahwa :
1.      Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan
2.      Setiapa warga Negara mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib   membiayainya.
3.     
3
 
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang di atur oleh Undang-undang.
4.      Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Pendidikan mempunyai peranan penting sebagai wahana untuk menghantar peserta didik mencapai kebahagiaan, yaitu  dengan jalan membantu mereka meningkatkan kualitas hubungan dengan dirinya, lingkungannya, dan Tuhannya akan jauh dari kebodohan. Perkembangan pendidikan sangat menentukan apa yang dicita-citakan setiap manusia, dalam hal ini psikologis manusia terutama kepada hubungan interaksi pendidikan antara orang tua dan anak, maka masalah pokok atau mendasar bagi pendidikan hubungan antara orang tua dan anak adalah bagaimana manusia menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapainya dapat bermanfaat dan berfungsi bagi kehidupan yang sejahtera.
Lingkungan atau tempat kegiatan proses pendidikan berlangsung, hal tersebut dibagi menjadi tiga jenis pendidikan yaitu pendidikan informal (pendidikan keluarga), pendidikan formal (pendidikan sekolah) dan pendidikan non formal (pendidikan masyarakat). Pendidikan keluarga adalah prioritas utama karena lingkungan inilah anak mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang sangat mendasar untuk membentuk sumber daya manusia berkualitas.
Fungsi dan tujuan pendidikan diatur menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.1


4
 
Pembentukan disiplin merupakan suatu proses yang harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu pendidikan disiplin pertama sudah dimulai dalam keluarga (orangtua dan anak). Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbimgan yang bertujuan menanamkan pola perilaku tertentu kebiasaan-kebiasaan, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral
Pendidikan tidak hanya didapatkan dari proses belajar mengajar akan tetapi bisa didapatkan melalui kegiatan ekstrakurikuler diantaraya melalui kepramukaan.
Gerakan kepramukaan adalah badan non pemerintah, yang berusaha membantu pemerintah dan masyarakat, dalam membangun masyarakat dan  bangsanya, khusus dibidang pendidikan, melalui kegiatan kepramukaan dengan mengunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.
Kegiatan kepramukaan diharapkan sebagai suatu wadah pendidikan bagi anak anak dan pemuda yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan  keluarga dan ligkungan sekolah.
Didalam kepramukan siswa dapat  diajarkan, berbagai macam ketrampilan serta kemandirian dan menuntun siswa kearah disiplin dalam segala bidang.
Siswa yang mengikuti gerakan kepramukan diharafkan lebih disiplin dalam mengatur waktu serta lebih aktip dikelasdan mengikuti tata tertib sekolah ,selanjutnya dapat meningkatkan prestasi belajar khususya, dalam mata pelajaran kewarganegaraan.
Gerakan kepramukaan diharapkan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia :
1.      menjadi manusia yang berkpribadian dan berwatak luhur
2.      tinggi mental, moral,budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya
3.      kuat dan sehat fisiknya
4.      menjadi warga Negara Indonesia yang berjiwa pancasila.
5.      Disiplin
Dilingkungan madrasah aliyah darul amal kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi masih ada siswa yang kurang disiplin dalam kegiatan pembelajaran disekolah. Adapun fakta masalah kedisiplinan yang ditemukan adalah sebagai berikut :
a.       Banyakya siswa yg bolos pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaran
b.      Banyak siswa yang terlambat masuk pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaran
c.       Banyak siswa yang tidak mengikuti upacara bendera.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar